Aplikasi Ciremai i200watt untuk Ternak Lele Organik

Lele memang menjadi salah satu yang olahannya sangat diminati banyak orang dan berbagai kalangan. Jadi tidak heran jika dengan mudah dijumpai olahan ikan lele dari warung kaki lima maupun rumah makanan dan restoran ternama.

Mempersiapkan Kolam Organik

Langkah cara ternak ikan lele organik yang pertama adalah mempersiapkan kolam lele. Biasanya para peternak lele menggunakan sebuah kolam terpal yang dibuat dengan berbagai ukuran tergantung dari jumlah bibit dan ukuran bibit yang hendak dimasukkan ke dalam kolam tersebut.

Hal yang terpenting kemudian adalah peternak lele organik membutuhkan kompos. Dimana lele organik merupakan lele yang akan dibudidayakan pada kolam yang telah difermentasi dengan kompos. Maka Anda perlu pupuk kandang sebagai pupuk komposnya yang sudah matang.

Untuk membuat kompos ini Anda bisa memakai pupuk kandang. Caranya masukkan pupuk kandang pada wadah karung sekitar 1,5 kg untuk kolam yang besar bisa 2 kali lipat berat tersebut.

Ada 2 cara yang bisa dilakukan pertama memasukkan pupuk dalam wadah tersebut kedalam kolam atau kedua dengan menaburkan langsung pupuk tersebut.

Jika menginginkan untuk menaburkan pupuk tersebut langsung dalam kolam maka juga perlu ditambahkan Ciremai i200watt sebagai penyedia bakteri penumbuh. Lalu tugas peternak pemula berikutnya adalah menutup kolam tersebut menggunakan terpal dan ditunggu hingga kurang lebih 1 sampai 2 minggu untuk hasil fermentasinya.

Mengecek Secara Berkala Air Kolam Dan Hasil Fermentasi

Setelah kolam didiamkan dari 1 hingga 2 minggu maka cek hasil fermentasinya. Cara mengecek hasil fermentasi dari pupuk kompos sangat mudah. Pasalnya selama proses fermentasi akan terjadi pembusukan.

Hal tersebut didukung dengan mikroorganisme yang akan mengeluarkan gas metana. Jadi gas yang dihasilkan dari kolam inilah yang akan menjadi pertanda proses fermentasi belum selesai.

Untuk mengetahui apakah kolam benar-benar sudah menghasilkan gas metan maka sebagai peternak bisa memastikan dengan memberikan api pada gas dekat kolam.

Jika ada api yang semakin menyala maka masih ada proses fermentasi yang belum selesai. Oleh karena itu bisa ditambahkan air sekitar 40 cm dan dibiarkan selama 1 minggu lagi. Kemudian ditambahkan air lagi setiap 2 minggu sekali.

Selain itu maka pastikan juga suhu kolam sesuai dengan suhu yang dibutuhkan lele yaitu sekitar 26 hingga 32 derajat. Pasalnya jika suhu ada dibawah itu maka akan menyebabkan gangguan pada pencernaan lele yang terhambat.

Sedangkan jika suhu diatas rentang tersebut maka akan terjadi gangguan sebaliknya, dimana lele sangat mudah untuk buang kotoran. Kemudian untuk pH yang dibutuhkan adalah sekitar 7 hingga 8. Jadi sebelum menebar benih perhatikan hal tersebut.

Menentukan Bibit Ikan Lele

Salah satu cara ternak ikan lele organik yang berperan penting dalam keberhasilannya kelak adalah pemilihan bibit yang berkualitas. Biasanya banyak orang yang membudidayakan lele dengan jenis varietas Sangkuriang, namun juga ada jenis yang lain.

Namun yang terpenting pastikan untuk memilih bibit yang kualitasnya baik. Selain itu pastikan juga memilih bibit dengan ukuran yang serupa. Hal tersebut untuk mempermudah peternak saat hendak memberikan pakan di tiap harinya.

Melakukan Penebaran Benih Lele

Setelah mendapatkan bibit lele yang berkualitas maka tugas selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit lele. Untuk diletakkan ke dalam kolam organik yang telah dipersiapkan sebelumnya. Namun pastikan kolam sudah diberi air dan fermentasi dari pupuk organik.

Untuk waktu yang baik saat melakukan penebaran benih lele ini adalah pada pukul 7 pagi atau sore hari. Pasalnya di jam-jam tersebut cahaya matahari belum banyak agar benih terhindar dari terik sinar matahari. Pasalnya benih bisa stress bahkan mati ketika kondisi air yang panas.

Jadi dengan menebarkan benih pada waktu pagi dan sore membuat benih ikan bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya dengan baik.

Kemudian untuk menebarkan benih peternak cukup meletakkan benih pada wadah plastik kemudian masukkan wadah tersebut perlahan dari tepian kolam dan membiarkan benih Lele akan keluar sendiri dan menuju kolam tersebut.

Memberikan Pakan

Setelah benih lele sudah diletakkan di kolam organik. Maka harus melakukan pemeliharaan dan pemberian makan yang rutin. Untuk proses pemeliharaannya yang terpenting adalah dengan memberikan pakan dan pengelolaan kolam.

Untuk proses pemberian pakan maka komposisi yang harus diseimbangkan adalah pemberian bahan dari mikroorganisme seperti plankton dengan bahan organik yang lain.

Adapun untuk bahan organik yang lain tersebut bisa digunakan olahan pelet yang sebelumnya sudah diracik dengan bahan organik dan Ciremai i200watt yang sebelum itu telah dilakukan fermentasi.

Jika memberikan pakan berupa pelet apung, yang sebelumnya diciprat-cipratkan sedikit air yang sudah ditambahkan Ciremai i200watt (dosis 1 tutup untuk 5 liter air) maka cukup diberikan 2x sehari dengan pemberian pada jam 6 hingga 7 pagi dan untuk waktu yang kedua bisa diberikan saat jam 5 sore. Pemberian pakan tersebut harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya hal ini akan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan lele serta kesehatan mereka.

Untuk menjaga ketersediaan mikroorganisme dan plankton, mempertahankan gain weight dan palatabilitas kesehariannya, lakukan pemberian Ciremai i200watt kedalam air kolam dengan dosis 1 tutup botol per m3 air kolam.

Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan selanjutnya adalah jangan menebarkan pakan saat musim hujan terlalu sering. Pasalnya pakan akan menjadi pencemar dalam kolam. Sebab pakan tersebut akan terkontaminasi menjadi zat asam.

Memastikan Perawatan Kolam

Kebersihan kolam memang sangat perlu untuk dicermati bagi peternak pemula. Untuk air tidak perlu sering diganti. Namun yang diperhatikan dalam cara ternak ikan lele organik ini adalah melihat kestabilan air kolam dari masih banyak atau tidaknya kandungan mikroorganisme yang terdapat dalam air kolam tersebut.

Hal yang menyebabkan mikroorganisme semakin sedikit atau kestabilan buruk adalah kotoran lele yang menumpuk didalam kolam. Jadi jika sudah seperti itu kolam tidak lagi sehat untuk tumbuh kembang Lele melainkan menjadi racun bagi lele.

Oleh sebab itu sebagai pemilik harus segera membersihkan kotoran yang ada di kolam. Salah satu tandanya bahwa air sudah tidak baik adalah warnanya yang kemerahan dan pekat. Namun untuk mengganti air kolam pastikan tidak membuat lele didalamnya menjadi stress.

Menjaga kualitas air kolam menjadi salah satu cara ternak ikan lele organik yang sangat berpengaruh pada kualitas pertumbuhan dari ikan lele yang ada di dalamnya. Oleh karena itu perihal kebersihan dan kualitas kolam harus diperhatikan oleh pemilik lele Organik ini.

Melakukan Proses Pemanenan

Setelah melakukan berbagai tahapan cara ternak ikan lele organik. Maka proses inilah yang menjadi proses yang ditunggu-tunggu oleh para peternak lele yaitu proses pemanenan lele. Biasanya lele organik ini bisa dipanen pada usia sekitar 45 hingga 60 harian atau kurang lebih 1 hingga 3 bulan.

Untuk pemanenan sendiri bisa dilakukan dengan mengurangi air kolam atau menjaring ikan lele dengan jaring yang besar. Perhatikan juga agar lele saat pemanenan tidak menimbulkan lecet yang parah pada kulit lele.

Demikian itu cara ternak ikan lele organik yang mudah untuk dilakukan pemula. Jadi bagi yang hendak menjadi peternak Lele beberapa cara tersebut bisa dipraktikkan dan semoga bisa berhasil untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *